jump to navigation

Memahami Bencana Desember 27, 2007

Posted by salmanparisi in Uncategorized.
trackback


Berbagai musibah menimpa kita. Sekarang, peristiwa pergantian musim yang bersifat alamiah selalu dibarengi dengan berbagai bencana. Saat musim kemarau kasus kebakaran hutan marak terjadi. Dampaknya asap tebal menganggu berbagai aktivitas warga, membahayakan keselamatan dan kesehatan warga.

Pada saat musim hujan bencana banjir susul menyusul di berbagai daerah. Akibatnya ribuan warga terpaksa mengungsi, tak sedikit yang menjadi korban, dan yang selamat pun harus berjuang menyelamatkan diri mereka pascabencana ini.

Sungguh mengherankan siklus alam yang biasanya mendatangkan berkah justru menjadi bencana. Pertanyaannya apakah itu semua azab? Kalau memang azab siapakah sebenarnya yang berdosa? Kalau ini bukan azab, bagaiman kita bisa memahami hal ini?

Para teolog akan menjawab bahwa tidak mungkin Tuhan menciptakan alam ini dengan tidak sempurna. Alam ini adalah salah satu kreasi Tuhan yang paling sempurna.

Kalau Allah menciptakan alam ini dengan tidak sempurna tentu ini lahir dari beberapa kemungkinan. Pertama, kapabilitas ilmu Tuhan kurang sempurna sehingga Dia menciptakan alam ini dengan kejahilan. Ini tidak mungkin karena Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Kedua, atau Tuhan itu bakhil kepada makhluknya, dan ini tidak mungkin karena Allah Maha Pengasih dan Penyanyang. Ketiga, Allah tidak mampu menciptakan alam yang sempurna, dan ini tidak mungkin karena Allah Maha Kuasa.

Di dalam Alquran, Allah menjelaskan bahwa terdapat hukum alam yang pasti yang disebut dengan Sunnatullah yang tidak berubah wa lan tajida lisunnatillahi tabdala (alam memiliki sebuah desain sempurna yang memiliki hubungan sebab dan akibat). Allah telah menggariskan keseimbangan alam.

Hujan turun sudah memiliki ukuran (takdir)-nya dan hutan juga sudah memiliki ukurannya sendiri. Ketika hujan turun maka hutan akan mengatur air supaya tidak menjadi bencana bagi manusia. Kalau Anda memakan makanan bergizi (sebab) maka Anda akan sehat (akibat). Demikian seterusnya.

Kemudian karena hutan kita rusak, maka sudah jelas bahwa sesuai dengan Sunnatullah akan terjadi bencana banjir, karena fungsi hidrologis hutan tidak lagi berjalan. Hal ini ditegaskan oleh Allah bahwa kerusakan yang terjadi di alam semesta ini adalah karena ulah tangan manusia.

Sunnatullah atau hukum alam tidak terjadi dengan seketika. Dia selalu memberikan berbagai sinyal-sinyal kepada manusia. Akan tetapi seringkali manusia abai terhadap sinyal-sinyal ini. Pada akhirnya keseimbangan alam menjadi rusak dan kemudian menjadi tidak terkendali dan menjadi bencana bagi kita karena tangan kita sendiri. Sungguh Allah Maha Adil, Maha Mengetahui dan Maha Penyayang. [tulisan ini pernah dimuat di kolom Hikmah, Republika, 02 Januari 2007]

Komentar»

1. Irfan Permana - Januari 10, 2008

Bencana…. inilah akibat manusia lebih suka “memilih” takdirnya secara gegabah. Sae kang!

2. salmanparisi - Januari 22, 2008

hatur nuhun

3. taqiku - Februari 14, 2008

salam kenal dari taqi di natuna, numpang lewat dan numpang baca ya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: